Anggota Mapasuri UM Purworejo Ikuti Survival Camp 2018 di Bandung
Ditulis oleh UKM Mapasuri   
Kamis, 27 Desember 2018 20:17

Pertumbuhan penggiat alam bebas yang saat ini sangat berkembang pesat di masing-masing daerah membuat keberagaman ilmu mulai bermunculan. Mulai dari Sispala, Mapala, bahkan KPA. Hal tersebut menjadikan ilmu pengetahuan tentang alam bebas sangat dibutuhkan untuk menjadi bekal saat berkegiatan di alam terbuka. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terus bertambah membuat masing-masing anggota organisasi pecinta alam harus menyesuaikan dan mempelajari ilmu tersebut. Tak terkecuali anggota Mapala Surya Rimba (Mapasuri) Universitas Muhammadiyah Purworejo. Anggota Mapasuri, yakni Usman Azis berkesempatan mengikuti kegiatan ”Survival Camp 2018” yang diselenggarakan oleh Eiger Adventure. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat-minggu 21 – 22 Desember 2018 di Leuweng Tengah, Ciwidey, Bandung. Peserta dalam kegiatan ini bejumlah 49 orang dari masing-masing Organisasi Pecinta Alam di daerah, seperti Lampung, Jakarta, Bandung, Purworejo dan lainnya.


“Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dengan organisasi pecinta alam yang umumnya berkegiatan di alam terbuka khususnya teknik bertahan hidup di alam bebas dengan perlengkapan yang minim.” Ujar Kang Mamay selaku perwakilan pimpinan Eiger dan juga pemateri saat kegiatan.


Kegiatan ini difokuskan kepada ilmu tentang Survival, seperti membuat bivouck alam, ilmu tentang pisau, tumbuhan yang dapat/ tidak dapat dimakan, trap/ jerat, dan perapian.


“Kegiatan ini benar-benar sangat bermanfaat bagi saya khususnya dan umumnya bagi Mapasuri. Ada ilmu-ilmu baru yang saya dapat yang nantinya inshallah akan saya bagikan kembali kepada rekan-rekan anggota di sekretariat. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi fokus Eiger Adventure dalam berbagi pengetahuan ke penjuru daerah seperti slogannya Eiger untuk Negeri.” Ucap Usman Azis, mahasiswa PBSI angkatan 2013.


Kang Os yang dijuluki Dewa Api juga menambahkan “Alam tidak pernah menghukum manusia. Namun, manusia lah yang tidak hati-hati dan tidak menghargai apa yang sudah alam berikan.”