Ratusan Mahasiswa UM Purworejo Gelar Aksi Damai di Gedung DPRD Kabupaten Purworejo
Ditulis oleh Humas   
Sabtu, 05 Oktober 2019 10:11
Ratusan mahasiswa UM Purworejo menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Purworejo pada Kamis, 3 Oktober 2019. Selain mahasiswa UM Purworejo, aksi damai tersebut juga diikuti oleh Pemuda Muhammadiyah Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Purworejo. Mereka turun ke jalan membawa berbagai spanduk untuk menyuarakan aspirasinya yang menuntut DPR dan Pemerintah untuk pro rakyat.

Sebelum mendatangi gedung DPRD, para mahasiswa melakukan long march dari kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo mengelilingi alun-alun kota Purworejo. Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersama Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, juga turut bergabung dalam barisan mengawal jalannya aksi damai tersebut.

Setiba di depan gedung DPRD, para mahasiswa ini diterima Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom, MSi yang didampingi Wakil Ketua DPRD Yophie Prabowo SH dan Kelik Susilo Ardani SE, beserta sejumlah anggota DPRD lainnya. Koordinator lapangan aksi pun berorasi menyampaikan tuntutannya kepada DPRD Purworejo. Dalam tuntutannya, ada 3 poin yang menjadi tuntutan mahasiswa, yakni pertama hentikan dan usut tuntas kriminalisasi aktivis, kedua mendesak Presiden untuk menerbitkan Perpu terkait UU KPK,  dan ketiga menolak RUU Minerba, RUU KUHP, serta RUU Pertanahan.

"Kami meminta hentikan dan usut tuntas kriminalisasi aktivis, mendesak Presiden menerbitkan Perppu terkait UU KPK, menolak RUU Minerba, RUU KUHP, RUU Pertanahan. Kami akan kawal sampai tuntutan kami dipenuhi," tegas korlap aksi Agus Setya Ardianto di sela-sela aksi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka ke pusat. Tak lupa ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mahasiswa Randi dan Yusuf.

"Saya ikut merasakan kegetiran yang kalian rasakan, dua saudara kita meninggal demi demokrasi, saya juga ikut berbelasungkawa. Saya di sini mendengarkan masukan-masukan, nanti kami bawa ke tingkat yang lebih atas. Dalam pembuatan produk UU, kami memang tidak dilibatkan, tapi kami selaku wakil rakyat akan konsisten menyuarakan apa yang ada di bawah," ucap Dion.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, yang sebelumnya juga bergabung dalam rombongan massa dan ikut long march bersama Ketua DPRD Purworejo, menyampaikan bahwa pihak Polri sampai saat ini masih menangani dan akan menuntaskan kasus itu secara adil dan terbuka.

"Tujuan kita menyuarakan dengan baik, jangan sampai mudah terprovokasi dan terpancing. Terkait kasus meninggalnya aktivis, kita terbuka kepada masyarakat, kita akan tuntaskan. Semoga aspirasi adik-adik sekalian bisa didengar di Jakarta, yang di pusat sana," kata Kapolres.

Setelah tuntutan mahasiswa yang ditulis dalam selembar kertas diterima dan ditandatangani oleh pihak Dewan, kepolisian, serta korlap aksi, perlahan para mahasiswa pun membubarkan diri dengan tertib.

 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini513
mod_vvisit_counterKemarin2267
mod_vvisit_counterMinggu ini15568
mod_vvisit_counterBulan ini51208
Kami memiliki 15 tamu online