Seminar Nasional Pertanian dan Peternakan Terpadu 2018
Ditulis oleh humas   
Kamis, 15 Maret 2018 09:31
 
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo pada hari ini Kamis, 15 Maret 2018 mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Peningkatan Sumber Daya Lokal Pertanian dan Peternakan yang Berorientasi Sustainable Development Goal’s (SDG’s). Sebagai pembicara utama dalam kegiatan seminar ini adalah: Ganjar Pranowo, S.H., M.IP (Gubernur Jawa Tengah), Prof. Dr. Ali Agus DAA, DEA (Guru Besar UGM), Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA (guru Besar IPB), dan Dr. Bayu Krisna Murti. Seminar yang dilaksanakan di ruang seminar Kampus Timur UMPurworejo dihadiri oleh 150 peserta dengan 51 diantaranya sebagai pemakalah dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Drs. H. Supriyono, M.Pd (Rektor UMPurworejo), menyatakan bahwa pelaksanaan seminar nasional ini sebagai bentuk nyata komitmen UMPurworejo dalam kontribusinya meningkatkan pembangunan nasional di sektor pertanian dan peternakan. Seminar nasional ini juga sebagai wadah silaturahmi bagi semua dosen dan mahasiswa untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya menekankan bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang sangat kaya potensi bidang pertanian dan peternakan.  Dari tahun ke tahun pembangunan sektor pertanian terus mengalami peningkatan menuju kedaulatan pangan nasional. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pertanian Jawa Tengah yang tidak hanya  mampu mencukupi kebutuhan mandiri di wilayah Jawa Tengah, namun juga mampu memenuhi kebutuhan pangan di daerah lain hingga berkontribusi pada kebutuhan pangan nasional.

Para pembicara menekankan bahwa ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan haruslah menjadi tanggung jawab bersama dengan melibatkan kontribusi dari seluruh pihak masyarakat, baik petani, nelayan, masyarakat umum, stakeholders, hingga pemerintah. Kedaulatan pangan tidak hanya dipandang sebagai ketercukupan pangan namun harus pula diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan. Di masa mendatang ketahanan pangan merupakan bentuk nyata dari kemajuan suatu bangsa yang mandiri sebagai cita-cita bersama yang harus diwujudkan.