SENDIKA 2018
Ditulis oleh humas   
Sabtu, 12 Mei 2018 07:38
Sabtu, 12 Mei 2018 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo mengadakan seminar nasional matematika dan pendidikan matematika (SENDIKA) 2018. Seminar dilaksanakan di ruang seminar kampus timur diikuti oleh 91 pemakalah dan 92 peserta non-pemakalah dari 23 institusi perguruan tinggi dan sekolah yang berbeda
 
Pada SENDIKA 2018 ini mengambil tema “Integrasi budaya, psikologi, dan teknologi dalam membangun pendidikan karakter melalui matematika dan pembelajarannya” dengan pembicara: 1) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd., M.A (Universitas Negeri Malang) dan 2) Nanang Susyanto, Ph.D (Universitas Gadjah Mada).
 
Ketua panitia SENDIKA 2018, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd, menyampaikan dalam sambutannya bahwa tema yang diangkat pada seminar kali ini sangat relevan dengan kondisi terkini yang mana pembelajaran matematika harus tetap memegang teguh nilai-nilai karakter yang melekat dalam budaya bangsa. Faktor-faktor psikologis peserta didik dan perkembangan teknologi yang ada juga haruslah dipandang sebagai bagian integral dalam pembelajaran matematika.
 

Rektor UMPurworejo, Drs. H. Supriyono, M.Pd, menyatakan bahwa seminar ini sebagai itikad baik program studi Pendidikan Matematika UMPurworejo untuk membangun bangsa Indonesia yang berkarakter baik, unggul, dan mulia di era globalisasi dan digitalisasi dengan tetap berpegang pada budaya, peran psikologis, dan pekembangan teknologi.

 Tema SENDIKA 2018 ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan bentuk-bentuk pembelajaran matematika yang terus berjalan dan berkembang dengan dinamis sesuai dengan perkembangan pengetahuan, baik dari sisi psikologis maupun teknologi yang ada. Nilai-nilai psikologis yang ada pada setiap individu harus dikelola sedemikian rupa agar senantiasa selaras dengan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. Sedangkan perkembangan digitalisasi teknologi jelas akan mengantarkan pembelajaran pada era baru yang wajib diantisipasi oleh setiap pendidik. Sumber belajar yang telah tersedia dan dapat diakses secara bebas melalui jaringan internet tentu saja akan meredefinisi peran pendidik.

Seminar nasional yang merupakan agenda rutin tahunan ini akan terus mengetengahkan tema-tema baru pada setiap penyelenggaraannya.